Month: May 2017

Sejarah Asal-Usul Permainan Kartu Domino Qiu Qiu di Situs Judi Online Terpercaya

Domino qiu qiu adalah jenis permainan yang dimainkan dengan kartu ubin (tile) domino yang berbentuk persegi panjang. Setiap kartu domino qiu qiu berbentuk ubin persegi panjang dengan satu garis membelah bagian tengah menjadi dua bagian yang sama. Setiap bagian ditandai dengan sejumlah titik bulatan (pips/nips/dobs) atau kosong tanpa ada apa-apa. Bagian belakang kartu domino qiu qiu tidak dapat dibedakan, biasanya polos saja tanpa ada apa-apa atau bentuk lain yang sama berupa motif/corak tertentu. Set kartu domino Sino-Eropa tradisional terdiri dari 28 kartu yang menampilkan kombinasi jumlah titik bulatan antara nol dan enam. Set kartu domino qiu qiu adalah seperangkat alat permainan yang mirip dengan kartu remi atau dadu dimana berbagai jenis permainan dapat dimainkan dengan menggunakan satu set kartu.

Kartu domino pertama kali disebutkan dalam buku “Kumpulan Peristiwa yang Terjadi di Wulin” oleh Zhou Mi (1232-1298) yang hidup pada masa dinasti Song di Tiongkok (China). Set kartu domino qiu qiu modern pertama kali muncul di Italia pada abad ke-18, namun bagaimana kartu domino qiu qiu yang berasal dari China berkembang menjadi permainan modern tidak diketahui secara detail. Kemungkinannya adalah misionaris Italia yang pernah berkunjung ke China membawa permainan domino qiu qiu ini ke benua Eropa.

Nama domino kemungkinan besar berasal dari kemiripan dengan sejenis kostum karnaval yang dikenakan pada acara karnaval Venesia yang sering terdiri dari jubah berkerudung hitam dan topeng putih. Bertentangan dengan pandangan umum terhadap kata “polyomino”, sebenarnya tidak ada hubungan antara kata “domino” dan “polyomino” dalam bahasa apapun.

Catatan sejarah tertua yang menyebutkan tentang kartu domino qiu qiu secara tertulis berasal dari “Kumpulan Peristiwa di Wulin” yang ditulis oleh Zhou Mi (1232-1298), seorang penulis di zaman dinasti Song yang mencantumkan “pupai” (plakat judi atau domino) serta dadu sebagai barang yang banyak dijual pada masa pemerintahan Kaisar Xiaozong dari dinasi Song (1162-1189). Para sejarawan menegaskan bahwa yang dimaksudkan Zhou Mi sebenarnya adalah domino ketika menyebutkan pupai karena Lu Rong (1436-1494), seorang penulis di zaman dinasti Ming secara eksplisit mendefinisikan pupai sebagai domino. Hal ini diungkapkan dalam sebuah kisah tentang seorang pemuda yang berhasil melamar gadis idamannya dengan menarik empat kartu kemenangan pupai dari satu set kartu.

Manual tentang domino qiu qiu yang paling awal ditulis adalah Manual Peridoe Xuanhe (“宣 和 牌 譜” / Manual of the Xuanhe Period) yang ditulis oleh Qu You (1341-1437). Namun beberapa sejarawan China percaya bahwa manual ini adalah karya palsu yang dibuat dari zaman sesudahnya.

Zhang Pu (1602-1641) dalam “Ensiklopedia Kumpulan Harta Karun” mendeskripsikan permainan yang menggunakan kartu domino sebagai “pupai”, meskipun karakter kanji untuk huruf “pu” telah berubah, namun lafal pengucapannya tetap sama. Permainan tradisional domino China antara lain adalah Tien Gow, Pai Gow, Che Deng, dan lain sebagainya. Satu set kartu domino China yang terdiri dari 32 kartu dibuat untuk mewakili setiap kemungkinan yang mungkin muncul dari dua buah dadu yang dilemparkan dan karenanya tidak memiliki kartu dengan tampilan kosong polos. Ini berbeda dengan satu set kartu domino qiu qiu yang terdiri dari 28 kartu yang diciptakan di Barat pada pertengahan abad ke-18. Set kartu domino China dengan kartu yang kosong tanpa ada titik bulatan mulai ada di sekitar abad ke-17.

Banyak set kartu domino yang berbeda telah digunakan selama berabad-abad di berbagai belahan dunia untuk memainkan berbagai varian permainan judi domino. Setiap kartu domino awalnya mewakili salah satu dari 21 hasil lemparan dua dadu dengan enam sisi. Set kartu domino China membagi kartu domino menjadi dua jenis, yaitu militer dan sipil. Selain itu set kartu domino China juga memiliki bentuk lebih panjang daripada set kartu domino qiu qiu Eropa.

Permainan kartu domino qiu qiu muncul pertama kali pada awal abad ke-18 di benua Eropa, tepatnya di Italia. Permainan berubah sedikit dengan menyesuaikan kebudayaan Eropa yang berbeda dengan kebudayaan China. Set kartu domino Eropa berisi tujuh kartu domino tambahan dengan enam di antaranya mewakili nilai yang dihasilkan dari melempar dadu tunggal dengan separuh ubin (tile) lainnya kosong, dan domino ketujuh mewakili kombinasi kosong (0-0).

Set kartu domino qiu qiu yang terbuat dari gading secara rutin digunakan di negara Inggris pada abad ke-19 dalam menyelesaikan perselisihan mengenai batas daerah tradisional yang digunakan para peternak dalam menggembalakan hewan ternak milik mereka. Set kartu domino qiu qiu di Inggris pada era ini biasanya disebut sebagai “bonesticks”.

Judi Online – Ikut Jejak Maradona, Sang Kekasih Ber-Tangan Dewi

Olivia

Informasi terbaru agen judi online dapatkan yang bersumber dari laman berita bola internasional, Goal. Kamu sebagai penggemar sepak bola pasti tertarik untuk mencaritahu segala sesuatu yang unik kan. Ni simak beritanya. Tahukah kamu, sang kekasih Diego Maradona, Rocio Olivia ternyata meniru aksi pemain sepak bola legendaris, si Tangan Tuhan tersebut. Bagaimana tidak? Gol pertama pertandingan resminya ia hasilkan melalui tangan di sepak bola wanita pada hari Minggu waktu setempat kemarin.

Klub yang bernama lengkap Club Atletico Excursionistas merupakan klub sepak bola Argentina yang bermarkas di Belgrano merupakan saksi hidup dari aksi Olivia tersebut.

Ia lantas menjadi bintang utama yang menarik perhatian penonton di laga akhir minggu tersebut sewaktu melawan kesebelasan Camioneros.

Kesebelasan Excursionistas menggilas lawannya dengan skor 3-0, dengan gol ‘Tangan Tuhan / Dewi’ Olivia sebagai pembuka.

Bagaimanapun juga, tim lawan dibuat sangat marah dengan gol Olivia tersebut setelah Rocio menggunakan tangan terlarang tersebut untuk mengalahkan sang kiper.

“Jelas sekali itu merupakan handball, kami semua melihatnya, ” ujar pelatih Camioneros, Federico Maldonado setelah usai pertandingan.

Persis dengan sang kekasih, Olivia tampaknya tidak terlalu repot melanggar peraturan, sebagaimana ia berkomunikasi dengan para penonton dan berpose untuk sesi pemotretan setelah laga tersebut berakhir.

“Awalnya (bola) tidak ingin masuk gawang, tetapi setelahnya terjadi gol lanjutan,” canda Olivia seputar kemenangan menakjubkan timnya.

Sementara tidak terjadi lagi pengulangan untuk gol kedua Maradona di laga melawan Inggris di perempatfinal Piala Dunia 1986, bisa jadi akan ada calon bintang baru yang akan menampilkan sesuatu yang impresif yang menyerupai aksi mengabaikan peraturan permainan tersebut.

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén